Awas! Duduk Terlalu Lama Bahaya Buat Jantung
Di era modern ini, kita sering kali terjebak dalam gaya hidup yang sangat didominasi oleh kegiatan duduk. Mulai dari bekerja di kantor, bersantai di depan televisi, hingga bermain game di depan layar, semuanya sering kali membuat kita duduk berjam-jam tanpa disadari.
Mungkin banyak yang berpikir, "Duduk, kok, bahaya?" Padahal, di balik kenyamanan posisi ini, tersimpan risiko besar bagi kesehatan, terutama untuk jantung kita.
Duduk, Gerakan Sederhana yang Mematikan
Saat kita duduk, tubuh kita berada dalam mode 'tidur'. Metabolisme melambat, otot-otot besar, terutama di kaki, hampir tidak aktif. Akibatnya, proses pembakaran kalori pun menurun drastis.
Kondisi ini, jika terjadi terus-menerus, bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang pada akhirnya berdampak buruk pada jantung:
- Penumpukan lemak: Tubuh kita menjadi lebih efisien dalam menyimpan lemak, terutama di area perut. Lemak berlebih ini, khususnya lemak visceral, sangat erat kaitannya dengan risiko penyakit jantung.
- Resistensi insulin: Duduk terlalu lama bisa membuat sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi ini disebut resistensi insulin dan merupakan cikal bakal diabetes tipe 2, yang juga merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
- Tekanan darah tinggi: Aktivitas fisik teratur membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Sebaliknya, kurangnya gerakan bisa menyebabkan tekanan darah meningkat, memberikan beban ekstra pada jantung.
- Peradangan kronis: Duduk berkepanjangan bisa memicu peradangan tingkat rendah di seluruh tubuh. Peradangan ini merusak pembuluh darah dan memicu penumpukan plak di arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis.
Jantung Anda Berteriak Minta Gerak
Penelitian demi penelitian telah menunjukkan hubungan kuat antara gaya hidup sedentari (kurang gerak) dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Seseorang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke dibandingkan mereka yang aktif secara fisik.
Jadi, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Kabar baiknya, Anda tidak harus langsung resign dari pekerjaan atau berhenti menonton serial favorit. Perubahan kecil bisa memberikan dampak besar.
- Berdiri setiap 30 menit: Atur alarm di ponsel Anda. Berdiri, regangkan badan, atau berjalan-jalan sebentar di sekitar meja kerja.
- Ganti kursi Anda: Jika memungkinkan, gunakan meja berdiri (standing desk) atau kursi ergonomis yang memaksa Anda untuk lebih sering bergerak.
- Gunakan tangga: Hindari lift atau eskalator. Gunakan tangga untuk bergerak antar lantai, itu adalah cara mudah untuk membakar kalori.
- Jalan kaki saat menelepon: Sambil menerima telepon, cobalah berjalan mondar-mandir. Ini cara cerdas untuk bergerak tanpa terasa seperti sedang berolahraga.
- Luangkan waktu untuk berolahraga: Usahakan untuk berolahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang.
Jantung adalah organ paling vital di tubuh kita. Merawatnya seharusnya menjadi prioritas utama. Mengubah kebiasaan duduk terlalu lama bukan hanya tentang menghindari penyakit, tapi juga tentang memberikan diri Anda kesempatan untuk hidup lebih sehat dan berkualitas.
Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah di IHC RS Elizabeth Situbondo, jika memiliki keluhan dengan jantung Anda.
HUBUNGI KAMI